Total Pageviews

Powered by Blogger.

Blog Archive

RSS
Showing posts with label Coretan. Show all posts
Showing posts with label Coretan. Show all posts

Oooh greedy

Today,my teacher teach me about “Greed” and “Work hard”. I am so happy discuss about it. Can greed ever be satisfied? The answer of course NO!. If we need or want something,we have to workd hard to get what we need and what we want. I don’t know why some people always greed. Everyday, we have to be grateful. Always.




Nadya,Jakarta July 28th 2016

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Ciao Luis


I think its to late to share this news. I am so really sad when I hear that Luis Salom (Moto2) passed away because his fatal crash at Barcelona. I am so hurt. Luis Salom’s team explain,Salom lost control of the front end of his bike braking over a bump at Turn 12,leading to his fatal accident on Friday.

Salom crashed during the second practice season for the Catalunya Grand Prix and lost his life at Barcelona hospital.

The location of the accident was viewed as strange,while there were suggestions duting the weekend that there could have been a mechanical issue.

SAG Team released a statement on Monday after reviewing the telemetry from the incident,outlining that a slower exit from Turn 11 led to Salom braking later into Turn 12.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Bradl to exit MotoGP at the end of 2016

BAD NEWS!!

For me,it is a bad news. Bradl has to exit from MotoGP. Stefan Bradl has confirmed that he will leave MotoGP at the end of seasone,with a switch to the Rorld Superbike Championship likely.
Bradl took the moto2 title in 2011 and graduted to MotoGP in 2012 with LCR Honda,going on to claim pole position and a podium at Laguna Seca in 2013,placing seventh overall in the standings.

Bradl moved to Yamaha for 2015 and made a mid-seasone switch to Aprilia,but the manufacture has elected to sign Aleix Espargaro from Spain and Sam Lowes from moto2 for 2017 and 2018.
“The MotoGP World Championship will take place without me,although my descision was not easy”

Good bye Bradly, SEE YOU ON THE TOP YA!

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Think a while please

I would never understand why people hate. I mean sure maybe (someone) is a bad girl or bad boy.  But that is not a good enough reason to hate someone. I wish there are more people who looks on the good side of (someone) .

Gampangnya gini aja yaa :


When you are right,no one remember.
and when you are wrong,no one forget.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

I think..

I think,
If someone can do,you too can do it.
And if no one can do,you must do it.


Not,
If someone can do,let him or her do.
And if no one can do,how to do?

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Rio Haryanto,KAMI BANGGA!

Banyak yang belum tahu siapa itu Rio Haryanto. Sebelum memasuki realita yang gue tulis,gue akan memperkenalkan Rio Haryanto. Rio Haryanto pemuda Indonesia asal Solo adalah pembalap F1. Pemuda berprestasi ini bersih keras untuk terus melanjutkan impiannya untuk “Membuat Harum Nama Indonesia di Dunia Balap F1”.

Rio sudah memulai karirnya sejak umur 6 tahun,berawal dari balapan GoKart. Pemuda berusia 23 tahun tersebut kemampuan balapnya sudah tidak bisa diragukan. Tapi,mata kebanyaka orang buta untuk melihat kemampuan Rio. Rio sudah menguasai tehnik GoKart International. Sungguh kemampuan balap luar biasa dari pembalap Indonesia.

Perlu diketahui,dan perlu di banggakan adalah Rio Haryanto berhasil mengibarkan dan mengumandangkan lagu Indonesia Raya di Silverstone,Inggris Juli 2015 lalu. Jujur gue sebagai rakyat Indonesia BANGGA BANGET. Pas ngeliat videonya,sempet gak nyangka aja,gue bener-bener kaget,bahkan bengong seketika.

Tekad Rio untuk maju ke F1 sangat tinggi dan besar. Setelah dengar kabar bahwa Rio ingin menginjaki dunia balap F1,Gue dukung banget. Kalau misalnya Rio masuk ke F1,Rio akan menjadi wakil Indonesia di F1,bahkan satu-satunya perwakilan dari ASIA. Siapa sih yang gak bangga?
Doa dan harap terus terucap dari Rio dan pendukungnya,hari demi hari,minggu demi minggu,bulan demi bulan Rio dan Sahabat Rio berusaha keras agar Rio bisa menjajaki F1. Dukungan dari rakyat Indonesia sungguh LUAR BIASA. Gue yakin Rio mampu membawa nama besar Indonesia ke F1,Rio mampu.

2 bulan sudah Rio digantung jawaban,akankah Rio menjadi pembalap resmi F1? Rio membutuhkan banyak dana,sedangkan sponsor tidak mampu mengeluarkan dana terlalu banyak. Rio terus meminta dukungan dari rakyat Indonesia dan pemerintah Indonesia. Bertemu MENPORA,Bapak Imam Nahrawi,beliau sangat mendukung impian Rio.

Hari demi hari dukungan kepada Rio Haryanto dari rakyat Indonesia bergema,sangat sakit jika pemerintah sendiri tidak berjuang untuk Rio Haryanto. Untuk nama besar bangsa Indonesia apa susahnya sih? Gak butuh banyak dana kok. Yang membuat Indonesia miskin bukan karena orang yang berprestasi meminta dana,tetapi para koruptor yang memakan uang ralyat. Gue yakin pemerintah mampu,namun nampaknya mereka gak yakin. Sangat disayangkan. Disitu gue kesel,kesel banget. Maunya apa coba,maunya Indonesia maju kalau salah satu rakyatnya yang berprestasi tidak bena-benar didukung.

Baiknya hati Rio,dia tetap berpegang teguh pada keyakinannya untuk membawa harum nama Indonesia ke dunia Balap. Dia ingin menjadi pembalap F1 pertama di Indonesia. Sudah ditawari sponsor dari luar negeri,dia tidak mau dengan alasan tetap mempertahankan nama Indonesia. Gue terharu denger kabar buruk bahwa pemerintah Indonesia tidak benar-benar sepenuhnya mendukung Rio. Kalau di luar negeri,siapapun itu yang berprestasi akan diperjuangkan mati-matian.

Pada hari ini Kamis 18 Februari 2016,mimpi Rio Haryanto terwujud. Diumumkan bahwa “Rio Haryanto Resmi Menjadi Pembalap F1 Indonesia Pertama”. Mendengar kabar ini,dengan cengengnya gue akui,gue mengeluarkan air mata. Masih ga nyangka,sangat bersyukur. Gak bisa nahan air mata,GUE BENER-BENER BANGGA SAMA RIO HARYANTO. Rio dengan timnya yaitu Manor Racing dan sponsor utamanya Pertamina menyambut baik kesempatan emas ini. Tidak bisa dibayangkan betapa luar biasanya rasa lega dihati. Impian Rio terwujud. Tangis bahagia kini telah tumpah. Sejarah pertama di Indonesia. Kini sejarah sudah terwujud mimpi besar menjadi nyata,KAMI RAKYAT INDONESIA AKAN SELALU SUPPORT RIO HARYANTO. Indonesia banga punya Rio.

Rio adalah harapan nyata bangsa Indonesia,bukan harapan semu yang tercipta karena karbit atau semacamnya. Karena itulah rakyat Indonesia sangat beraharp banyak Rio bisa menciptakan sejarah sebagai pemblap Indonesia pertama yang bisa tampil di F1.

Pertamina BUMN sudah menunjukkan dukungannya kepada Ri o untuk berlaga di F1. Sekarang giliran dari pihak media,terutama stasiun televise. Rio sudah FIX berlaga di F1,akankah ada stasiun televiai yang bisa melihat anak bangsa ini berjuang di F1?. Tentu harus disiarkan sebagai panutan untuk generasi berikutnya didunia olahraga,terutama balap.

Setelah 96 tahun akhirnya ada juga pembalap Indonesia di F1,SANGAT BANGGA.

Anak bangsa untuk F1 akhirnya selesai,tinggal MotoGP Indonesia yang gak jelas kabarnya.
Rio akhirnya sudah resmi diumumkan oleh Manor sebagai pembalap mereka diajang F1 2016. Manor akan menurunkan 2 pembalap yaitu Pascl Wehrlein dan Rio Haryanto. Pecan depan Rio akan mulai ikut test di Barcelona untuk persiapan balapan bulan depan. Selamat Rio Haryanto.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Hamparan Kosong Tanpa Titik Putih

Aku berada di hamparan kosong tanpa titik putih
Aku mencintaimu d antara ranting tak berdaun
Menyayangimu di jembatan awan tak brtuan
Mencintaimu bagai menyusuri decak salju yg mulai tebal
Berrtahan dengan hati,hingga nanti waktu telah merubahnya
Aku serasa seperti berada di tengah jalan tanpa arah
Walau begitu, aku mengikuti kata hatiku untuk menemukan arah yang pasti
Walaupun seperti menjaga cinta di antara penghancur cinta
Aku menyayangimu bagaikan api yang sedang bertahan diantara angin yang bertiup kencang
Aku seperti mencari benda yang tak tahu bentuknya
Saat benda itu telah kudapatkan,akan ku jaga benda tersebut sepenuh hati!
Benda tersebut adalah cinta di hatimu
Bila waktu perpisahan tiba dan benda itu menghilang
Akan aku jaga kenangan benda itu selama aku masih menyimpan ingatan ku tentang benda tersebut

“Mengenalmu juga merupakan hal terindah
Walau aku tahu kita agak berbeda
Tapi engkaulah hal yang benar benar pertama dalam kisahku
Kau perempuan pertama yang membuatku salah tingkah. Engkau juga perempuan pertama yang ku kirimkan puisi
Kau juga perempuan pertama yang membuatku bangkit dari ketakutan untuk menyatakan perasaan
Entah mengapa, saat ku melihatmu,aku merasakan perasaan yang dapat membuatku bahagia.

Mungkin suatu saat nanti,apa bila kita tidak bisa saling berjumpa,kau tak akan pernah ku lupakan dalam memori kehidupanku” Okky Yasirhan

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Sampai Bateraiku Habis



Pernahkah kau memikirkan apa itu hidup?                                                              
Sebelumnya..aku tak pernah memikirkannya.                                                                        
Betapa berartinya aku hidup.                                                                                      
Bisa bermain,bercanda dan tertawa setiap harinya. Bersama teman-teman. Menjalani semua aktivitasku,hobiku dan cita-cita yang akan aku raih nantinya.

Namaku Yota,aku seorang anak laki-laki berumur 17 tahun. Saat ini aku kelas 2 SMA. Aku suka gokart,basket dan aktivitas sekolah lainnya sampai aku merasakan ada benalu yang datang di kehidupanku. Kanker darah.

Saat itu aku belum tau,betapa menyeramkan pertarungan dengan penyakit ini. Selanjutnya,pengobatan yang panjang dan menyakitkanpun segera dimulai.                       
Dalam pengobatan ini,aku harus minum obat,di infus dan di suntik berkali-kali.                  
Karena daya tahan tubuhku lemah,aku harus tidur di isolator untuk mencegah terserang penyakit lain. Gara-gara panas,tubuhku jadi lemas dan mulutkupun meradang. Mendengar suara kereta pembawa makanan saja,aku mau muntah.

Aku pasti bisa sembuh..                                                                                                                 
Aku ingin cepat sembuh..                                                                                                               
Dan keluar dari sini.

Aku tidak peduli lagi. Aku tidak tahan terus begini. Akan aku akhiri semua penderitaan ini,penderitaan yang masih harus aku jalani.
Temanku Yuki,yaaa.. dia memang lebih lama di rumah sakit ini,sudah lama aku berteman dengannya,walaupun masih anak-anak tapi semangat hidupnya sangat tinggi sekali. Bahkan aku tidak pernah melihat dia sedih,aku tak tau apa yang terjadi pada dirinya,sesakit apa dan semenderita apapun aku tak tau,yang jelas aku melihat dia bahagia.                                      
Sampai pada akhirnya Yuki pun meninggal,Yuki tetap semangat sampai akhir hidupnya.         
Dia menulis sebuah surat untukku,yang tertulis seperti ini…

“NYawa itu sangat berharga,seperti baterai yang membuat manusia tetap hidup. Tapi,suatu saat nanti baterai itu akan habis,begitu juga nyawa. Kalau baterai bisa di isi ulang dengan cepat,nyawa tak bisa semudah itu di isi ulang. Nyawa adalah karunia Tuhan yang membuat manusia bisa hidup bertahun-tahun lamanya. Tanpa nyawa,manusia tidak akan bisa hidup. Tapi,ada juga mansuia yang merasa tidak butuh nyawa,lalu menyia-nyiakannya. Aku sedih melihat orang yang menyi-nyiakan hidupnya. Padahal sehrusnya nyawa digunakan sebaik-baiknya, Karena itulah aku mau terus hidup sampai nyawaku ini lelah nanti”

Kalau aku mati,aku tak bisa apa-apa.                                                                                      
 Mereka semua mencemaskanku.                                                                                                
Bukan hanya aku yang menderita..aku punya ayah,ibu,dokter perawat,mereka semua berjuang keras demi aku.
Masih banyak hal yang ingin kulakukan setelah sembuh nanti dan pulang ke rumah.                 
Aku mau sembuh.

Sore ini aku pun bertemu dengan Nami di dekat ruang laboratorium. “Mulai besok aku masuk ruang isolasi. Jadi gak bisa ke sekolah khusus lagi deh” Ucap Nami. Memang disini ada sekolah khusus untuk kami penderita kami,setidaknya aku tetap bisa belajar mengejar ketertinggalanku di sekolah umum. Tepat di depan mading aku dan Nami pun memandangi puisi Yuki yang di tempel di mading  “Eh puisi ini..Yuki itu hebat ya” Ucap Nami, “Iya” Jawabku.                                        
“Kalau nanti bateraiku habis,Yota..tetap berjuang demi aku yaa?” Ucap Nami, “Ah,jangan ngomong gitu! Nggak! Nami harus berjuang lagi,bateraimu masih tahan lama kok” Jawabku kesal. “Kalau aku sembuh,aku mau sekolah umum lagi. Ngobrol sama teman-teman dan ikutan eskul. Kadang berantem lalu baikan. Terus bikin lomba menyatakan cinta. Masih banyak hal…yang ingin aku lakukan” Ucap Nami dengan sedih dan menunduk “Aku bersyukur masuk ke sini. Sekolah disini juga seru kok. Dokter Hida seperti ayahku,suster Yumi seperti ibuku,Yota dan yang lain seperti adikku. Rasanya aku kayak punya keluarga besar. Setelah disini aku baru mengerti kebahagiaan itu sebenarnya selalu ada didekat kita” Ucap Nami lagi. “Kau puitis deh” Balasku dengan tertawa sambil mendorong kursi rodanya menuju ruang rawatnya.

Satu minggu setelah hari itu..baterai Nami akhirnya habis juga. Aku melihat dengan tegar kearah jendela dan berkata “Aku janji Nami,aku akan terus semangat”.
Aku ingin terus hidup,takkan berakhir sampai disini.     
                                                     
Bateraiku belum habis.
Ada keinginan yang tidak  terwujud,bagaimanapun aku memohon. Makanya…aku ingin menikmati hidup ini sambil tersenyum bahagia. Aku akan hidup dengan penuh semangat. Sampai bateraiku habis nanti.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Izinkan Aku Menikmati Senja Bersamamu



Ketika saat itu,saat Levin tak bisa lagi memendam amarahnya….
“Bolehkah kukatakan betapa aku membencimu?” Levin berteriak frustasi kepadaku, aku tak menjawabnya, hanya menatapnya wajahnya yang tak lagi terlihat jelas, seakan dia berada di tempat yang hanya memiliki cahaya temaram, seakan aku melihatnya dari balik kaca berembun, seakan dia orang yang kuintip dari balik lubang kunci, tapi dia disini, dihadapanku, tengah menggengam tanganku, sementara aku terbaring kaku di tempat tidur tak nyaman, terkurung di ruang putih yang kubenci. “Kenapa memilih menderita sendiri?” Dia menyalahkanku, kupikir itu bijaksana, meninggalkannya dengan dunia yang disukainya, karena orang yang kucinta tak ingin kuajak dalam derita.
“Aku hanya ingin tersenyum dihadapanmu ” aku mencoba tertawa dalam sisa tenaga yang makin melemah. Levin terlihat menunduk,kufikir dia mengerti apa maksudku. “kau tak tau betapa aku merindukanmu?” ucap Levin yang mulai mengenggam tanganku.
           “Tapi aku tak merindukanmu”Aku melepas tanganku dari genggamannya. “Boleh minta sesuatu?”
“Apapun” kini tangannya seolah tak peduli, sekali lagi dia menggenggam tanganku.
“Boleh berhenti mencintaiku?” aku memaksa diri menciptakan senyum dibibirku.
“Takkan pernah” dia marah. “Aku mencarimu! Kemana-mana! Dan setelah bertemu dengan mudahnya kamu memintaku berhenti mencintaimu!”
“Aku tak bisa lagi menemanimu…tak dapat lagi hidup lebih lama”
“Apa yang kamu rasa?”
“Aku akan pergi sebentar lagi” ucapku terengah.
Levin tak menatapku saat kata-kata itu membunuh harapannya, dia memalingkan wajahnya dan memilih menatap ke arah jendela. Sejujurnya aku tak menyadari sejak kapan dia di sini, karena aku baru saja menyadarkan diri.
“Boleh minta satu hal?” pintaku lagi “Temani aku menikmati senja,kumohon bersamamu” aku tau Levin takkan mengecewakanku.


Aku selalu suka menikmati senja, membawa harapan, pertanda hari itu akan berganti malam, aku selalu bahagia saat aku masih bisa merasakan indah senja dari sela-sela jendela kamar perawatanku, tapi hari ini, aku dan orang yang kupikir akan kutinggalkan dan takkan pernah merasa kehilanganku tengah bersamaku, menunggu tenggelamnya bola cahaya raksasa itu…
“Kita sudah melewatinya…” bisikku lirih
“Apa?” tanya Levin, sekarang tangan kami saling menggenggam seakan tak ingin terpisahkan, dan dia membiarkan kepalaku bersandar di bahunya.
“Waktu tergelap” Jawabku pelan lalu kami terdiam karena mata kami tengah menikmati senja nan indah, yang entah mengapa kini terasa begitu hangat.
“Waktu tergelap terjadi tepat sesudah matahari itu tenggelam” aku berkata lagi, tapi suaraku terdengar semakin melemah, tapi aku tau aku mampu mengucapkan hal-hal yang ingin kukatakan.
“Aku sudah melewati saat itu” Ada nada bangga seakan aku bocah kecil yang berhasil pertama kali melangkahkan kaki kedepan untuk berjalan menghampiri bunda. Levin mempererat genggaman tangannya seakan takut aku akan melepaskannya.
“Pernah menyadari bagaimana hidup ini berjalan?” Aku merasakan bahu Levin terguncang, dan aku merasakan ada cairan hangat yang meleleh dipipiku yang kuabaikan, aku merasa telah kehilangan seluruh tenagaku, tapi aku harus mengatakannya, aku menguatkan diri dan memaksa untuk terus bicara.
“Kita menyimpan sebuah harapan yang kita harap nanti agar terkabulkan… walau kadang ada keraguan, seakan harapan itu takkan pernah terwujudkan, tapi pada akhirnya harapan itu menjadi nyata… seperti saat aku menunggu seseorang yang tepat yang kupikir takkan pernah datang, kamu tau itu siapa? Itu kamu!” Kali ini Levin melepaskan genggamannya dan mendekapku, seakan aku ingin dijaga selamanya “Kemudian setelah hal itu terjadi segalanya seakan berakhir, seakan…hanya ada satu hal yang paling kamu inginkan, melebihi apapun, mengulangnya lagi, seperti memutar memori itu ke belakang, dan memutarnya dari awal, kembali pada peristiwa sebelum harapan itu termiliki…tapi aku tau tak ada waktu untuk mengulangnya lagi”
“jika nanti suatu saat kamu merindukanku,buka jendelamu setelah senja berakhir,tataplah bulan yang sedang bersinar,bicaralah seakan-akan kamu tau aku sedang mendengarkan lirihmu..”
Aku terengah seakan kata-kata itu menghisap habis tenagaku detik demi detik, tapi aku tau aku telah mengatakannya, dan merasa bahagia saat menatap kemilau indahnya senja di saat terakhir dibatas waktuku, di tempat ternyaman di dunia, disamping orang yang kusayangi, tak ada penyesalan hanya ada senyuman karena aku pergi dengan tenang.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS